Logik Rosak Mengenai Taat Allah dan Taat Rasul

Sila amati logik rosak untuk membuktikan hadis di bawah. Di manakah kesilapannya:

========================================================================

QS AL-ANFAAL 08: 20-21

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar; dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang berkata “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.”

Firman-Nya: (أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ) “ATHII-’ULLOOHA WA-ROSUULAHUU=taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya” telah dijelaskan dengan sedikit terperinci ketika menjelaskan QS Aali Imran 3: 32 dan QS an-Nisaa’ 4: 59.

Di sana dikemukan, kalau diamati ayat-ayat al-Qur’an yang memerintahkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, ditemukan dua pola yang berbeza.

Sekali perintah taat kepada Allah dirangkaikan dengan kepada Rasul, tanpa mengulangi kata “taatilah” seperti pada QS Aali ‘Imraan 2: 32 dan ayat al-Anfaal dan di tempat lain—seperti pada ayat an-Nisaa’ 4: 59—kata “taatilah” diulangi, masing-masing sekali ketika memerintahkan taat kepada Allah dan sekali lagi ketika memerintahkan taat kepada Rasul.

Para pakar al-Qur’an menerangkan apabila perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya digabung dengan menyebut hanya sekali perintah taat, itu mengisyaratkan ketaatan dimaksud adalah ketaatan dalam hal yang diperintahkan Allah, baik yang diperintahkan-Nya secara langsung dalam al-Qur’an maupun perintah-Nya yang dijelaskan oleh Rasul melalui hadis-hadits beliau.

Perintah taat kepada Rasul di situ adalah menyangkut hal-hal yang bersumber dari Allah, bukan yang beliau perintahkan secara sendiri.

Ada pun bila perintah taat diulangi seperti dalam QS an-Nisaa’ 4: 59, di situ Rasulullah memiliki kuasa dan hak untuk ditaati walaupun tidak ada dasarnya dari al-Qur’an.

Dari penjelasan ini, dapat dierti mengapa kata (عَنْهُ) ‘ANHU=dari-Nya” pada kalimat “(وَلا تَوَلَّوْا عَنْهُ)

=janganlah kamu berpaling dari-Nya” menggunakan bentuk tunggal padahal yang disebut sebelumnya adalah dua yakni Allah dan Rasul-Nya.

Jadi yang dimaksud dengan perintah taat kepada Rasulullah adalah perintah yang bersumber dari Allah yang sama atau yang merupakan penjelasan dari perintah-Nya.

Pendek kata ambil alquran n hadis nabi tidak sesat selamanya

Advertisements

About Farouk A. Peru

I am a human being in the world, blogging my existence. My thought systems may be found in my website: www.farouk.name
This entry was posted in Isu-isu Quranisme and tagged . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s