Allah Tak Bersifat ‘Al-Mawjud’ – Apa Implikasinya?

Akhir-akhir ini, di group-group quranis, ada persoalan timbul yang dalam AQ, tak ada disebut Allah bersifat ‘al-wujud’ atau ‘al-mawjud’. Apakah implikasi fakta ini kepada pemahaman kita?

Advertisements

About Farouk A. Peru

I am a human being in the world, blogging my existence. My thought systems may be found in my website: www.farouk.name
This entry was posted in Al-Quran and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Allah Tak Bersifat ‘Al-Mawjud’ – Apa Implikasinya?

  1. Hassan Hussein berkata:

    Pada saya dengan memahami fakta ini maka hancurlah Penyembahan terhadap tuhan palsu dan manusia bebasa dari kepercayaan yang reka dari kepercayaan nenek moyang .

  2. Zainal berkata:

    Jasad kita memerlukan udara, air, cahaya matahari.
    maka hiduplah jasad kita.
    Tanpa semua elemen ini, kita tak boleh hidup dalam jasad kita (body bag).
    Tiada air, udara dan cahaya, maka tiadalah jasad.
    Pun begitu, kita tidak sembah air, udara atau cahaya.

    Begitu juga tuhan.
    Tiada tuhan/pencipta/energy source, maka tiadalah kita walau dalam bentuk “awareness”/”energy”/”soul”/”ruh” pun.
    Kita tidak sembah tuhan. Kita adalah sebahagian dari tuhan.
    Kita tak sembah diri sendiri.

    Tuhan bukan diluar sana. Tuhan “embeded” dalam kita.
    Tuhan “diluar sana” tidak ujud.

    .

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s